Ekologi Laut Tropis

April 14, 2010 at 6:10 pm (Uncategorized)

Ekolog adalah ilmu yang mempelajari interaksi antara organisme dengan lingkungannya dan yang lainnya. Berasal dari kata Yunani oikos (“habitat”) dan logos (“ilmu”). Ekologi laut merupakan ilmu yang mempelajari tentang Ekosistem air laut. Ekosistem air laut dibedakan atas lautan, pantai, estuari, dan terumbu karang, dan padang lamun. Berikut penjelasan tentang ekologi laut. Maka dapat disimpulkan bahwa ekologi laut tropis merupakan hubungan antara makhluk hidup untuk mempertahankan kehidupannya dengan benda tak hidup (abiotik) di lingkungan bahari atau lingkungan laut tropis yakni lingkungan perairan laut yang terdapat pada garis lintang 23,5­­­0 LS – 23,50 LU.

  1. EKOSISTEM LAUT

Ekosistem berasal dari kata bahasa asing Geobiocoenosis, Geobiocoenosis mempunya dua kata dan masing-masing artinya yakni Biocoenosis yang  berarti komponen Biotik dan Geocoenosis yang berarti  komponen abiotik.  Jadi Ekosistem adalah suatu sistem ekologi  yang terbentuk oleh hubungan timbal balik antara makhluk hidup dengan lingkungannya. Ekosistem bisa dikatakan juga suatu tatanan kesatuan secara utuh dan menyeluruh antara segenap unsur lingkungan hidup yang saling mempengaruhi.

Ekosistem terdiri dari komponen yang bekerja secara teratur sebagai suatu kesatuan sehingga ekosistem terbentuk oleh komponen hidup dan tak hidup di suatu tempat yang berinteraksi membentuk suatu kesatuan yang teratur. Menurut sifatnya ekosistem mempunyai dua komponen yang saling berketergantungan yaitu:

  1. Komponen Biotik misalnya Bakteri, Plankton, Benthos, Ikan dll,
  2. Komponen Abiotik misalnya Air, Gas, Tanah dll.

Komponen ekosistem berdasarkan Tropic Level atau tingkat makan- memakan pada suatu ekosistem yaitu:

  1. Autotrophic : organisme yang mampu mensistesis makanannya sendiri yang berupa bahan organik dari bahan-bahan anorganik sederhana dengan bantuan sinar matahari dan zat hijau daun (klorofil).
  2. Heterotropic : menyusun kembali dan menguraikan bahan-bahan organik kompleks yang telah mati ke dalam senyawa anorganik sederhana.

Pada suatu ekosistem terdapat perbedaan-perbedaan antara ekosistem yang satu dengan yang lainnya, karena pada suatu ekosistem mempunyai ciri khas tersendiri. Hal ini disebabkan oleh perbedaan kondisi iklim (hutan hujan, hutan musim, hutan savana), perbedaan letak dari permukaan laut, topografi, dan formasi geologik (zonasi pada pegunungan, lereng pegunungan yang curam, lembah sungai), erbedaan kondisi tanah dan air tanah (pasir, lempung, basah, kering).

Laut tropis mempunyai keunikan tersendiri dibandingkan dengan laut subtropis maupun laut kutub, karakteristik yakni di laut Tropis sinar matahari terus menerus sepanjang tahun (hanya ada dua musim, hujan dan kemarau), hal tersebut merupakan kondisi optimal bag produksi fitoplankton dan konstant sepanjang tahun, untuk kawasan Laut Subtropis intensitas sinar matahari bervariasi menurut musim (dingin, semi, panas dan gugur), otomatis tingkat produktifitas akan berbeda pada setiap musim. Musim semi (tinggi), dingin (sangat rendah) sedangkan laut Kutub masa produktifitas sangat pendek (Juli atau Agustus), musim panas (fitoplankton tumbuh).

Pada suatu ekosistem makhluk hidup tidak hanya menempati, berkembang biak, makan dan yang lainnya akan tetapi peranannya dalam komunitas dan posisisnya pada gradient lingkungan tidak hanya tergantung dimana organisme tadi hidup, tetapi juga pada apa yang dilakukan organisme termasuk mengubah energi, bertingkah laku, bereaksi, mengubah lingkungan fisik maupun biologi dan bagaimana organisme dihambat oleh spesies lain disebut niche (Relung). Niche juga menjelaskan tentang kepadatan populasi, metabolisme secara kolektif, pengaruh faktor abiotik terhadap organisme, pengaruh organisme yang satu terhadap yang lainnya dan sebagai landasan untuk memahami berfungsinya suatu komunitas dan ekosistem dalam habitat utama.

Ekosistem di kawasan pesisir terdapat tiga habitat utama yaitu Ekosistem mangrove, ekosistem lamun dan ekosistem terumbu karang.

Secara bahasa mangrove berasal dari kata mangue/manggal (portugis) dan grove (inggris), jadi ekosistem mangrove yaitu suatu tipe ekosistem hutan yang tumbuh di suatu daerah pasang surut (pantai, laguna, muara sungai) yang tergenang pada saat pasang dan bebas pada saat surut. Karena memiliki hutan mangrove yang sangat luas di dunia, maka di Indonesia terdapat beberapa jenis mangrove yang ditemukan yaitu :

  1. Avicenniaceae (api-api, black mangrove, dll)
  2. Combretaceae (teruntum, white mangrove, zaragoza mangrove, dll)
  3. Arecaceae (nypa, palem rawa, dll)
  4. Rhizophoraceae (bakau, red mangrove, dll)
  5. Lythraceae (sonneratia, dll)

Hutan mangrove mempunya beberapa fungsi yang sangat penting bagi kehidupan di pesisir , yakni hutan mangrove berfungsi sebagai peredam gelombang dan angin, pelindung dari abrasi dan pengikisan pantai oleh air laut, penahan intrusi air laut ke darat, penahan lumpur dan perangkap sedimen, sebagai penghasil sejumlah besar detritus bagi plankton yang merupakan sumber makanan utama biota laut, juga sebagai habitat bagi beberapa satwa liar, seperti burung, reptilia (biawak, ular), dan mamalia (monyet),Sebagai daerah asuhan (nursery grounds), tempat mencari makan (feeding grounds), dan daerah pemijahan (spawning grounds) berbagai jenis ikan, udang dan biota laut lainnya, juga dapat dimanfaatkan sebagai tempat ekowisata.

Dalam sebuah ekosistem yang terdapat beberapa populasi di dalamnya, maka akan terjadi interaksi antara individu dan populasi tersebut. Hubungan tersebut disebut hukum interaksi. Hukum interaksi tersebut meliputi :

  1. Interaksi netral yaitu hubungan yang saling tidak berpengaruh satu sama lain. Misalnya hubungan antara kambing dan tikus.
  2. Interaksi kompetisi yaitu hubungan antara komponen ekosistem yang saling bersaing satu sama lain untuk tujuan yang sama. Misalnya kerbau dan kambing yang sama-sama bersaing mengkonsumsi rumput. Atau harimau dan singa yang sama-sama berburu mangsa.
  3. Interaksi predasi yaitu hubungan dimana terjadi peristiwa memangsa dan dimangsa antara komponen ekosistem. Misalnya harimau memangsa kijang.
  4. Interaksi simbiosis mutualisme yaitu hubungan antar komponen ekosistem yang saling menguntungkan satu sama lain. Misalnya hubungan antara kerbau dengan burung yang memakan kutu di tubuh kerbau, kerbau diuntungkan dengan tidak adanya kutu dan burung diuntungkan karena mendapat makanan.
  5. Interaksi simbiosis komensalisme yaitu hubungan antar komponen ekosistem dimana salah satu pihak diuntungkan, sedangkan pihak lain tidak diuntungkan dan tidak pula dirugikan. Misalnya hubungan antara anggrek yang menempel pada tumbuhan.
  6. Interaksi simbiosis parasitisme yaitu hubungan antar kompoen ekosistem dimana salah satu pihak diuntungkan, sedangkan pihak lain dirugikan. Misalnya hubungan antara benalu dan tumbuhan.
  7. Hubungan antibiosa atau amensalisme yaitu hubungan antar komponen ekosisem dimana salah satu pihak dapat mengahmbat kehidupan yang lain. Misalnya hubungan antara alelopaty dari gulma.

Dalam niche sendiri terdapat faktor pembatas diantaranya yaitu proses kehidupan dan kegiatan makhluk hidup pada dasarnya akan dipengaruhi dan mempengaruhi faktor-faktor lingkungan, seperti cahaya, suhu atau nutrien dalam jumlah minimum dan maksimum.

Dalam hubungannya dengan ekosistem, mungkin kita bertanya-tanya bagaimana nutrien tersebut masuk ke suatu ekosistem, caranya yaitu melalui proses Weathering, Atmospheric Input, Biological Nitrogen Fixation, Immigration

Nutrien pada ekosistem ada yang masu otomatis ada juga yang keluar karna untuk menyeimbangkan kadar nutrien di dalam ekosistem tersebut, beberapa cara keluarnya nutrien dari suatu ekosistem yaitu Erosion,  Leaching, intrusi,  Gaseous Losses, pembuangan berupa gas,  Emigration and Harvesting.

Semua mahluk hidup pasti mengalami berbagai siklus kehidupan , diantaranya siklus biogeokimia. Siklus Biogeokimia yaitu dinamakan siklus karena terjadi terus menerus dan Biogeokimia yaitu adanya perubahan dari biosfer yang hidup dan tak hidup yang menyangkut materi, sehingga siklus biogeokimia adalah siklus unsur atau senyawa kimia yang mengalir dari komponen abiotik ke biotik dan kembali lagi ke komponen abiotik.

Dalam siklus Biogeokimia terdapat beberapa siklus yang mempengaruhi siklus Biogeokimia, yaitu :

  1. Siklus Nitrogen

Sebenarnya udara di dunia ini kandungan yang paling banyak adalah Nitrogen hampir 75% lebih Nitrogen yang terkandung di udara ini, Nitrogen di atmosfer buakan hanya berbentuk N (nitrogen) saja, nitrogen yang terdapat di atmosfer melainkan berbentuk NH3 (nitrit) dan yang lainnya, Nitrogen juga bisa mengikat Hidrogen (H) hanya saja dibantu oleh kilat atau petir. Tumbuhan mendapatkan nitrogen dari dalam tanah berupa amonia (NH3), ion nitrit (No2-), dan ion nitrat (No3-).

  1. Siklus Fosfor

Fosfor dialam terdapat dua bentuk yaitu fosfat organik yang terdapat pada hewan dan tumbuhan dan fosfat anorganik terdapat pada air dan tanah. Di alamhewan atau tumbuhan yang sudah mati akan diuraikan bersamaan dengan penhguraian tersebut fosfor juga mengurai yang tadinya fosfor tersebut adalah fosfat organik di uraikan oleh dekomposer (pengurai) menjadi fosfat anorganik. Setelah diuraikan menjadi fosfat anorganik, fosfat anorganik ini sebagian akan terlarut pada air tanah attaupun air laut. Fosfat yang terkandung pada air tanah dan air laut akan terkikis dan akan mengendap pada sedimen laut. Sementara itu fosfat dari batu atau fosil terkikis dan membentuk fosfat anorganik yang terlarut di air tanah dan air laut, kemudian fosfat yang terkandung pada air tanah itu akan diserap kembali oleh tumbuhan lagi…

  1. Siklus Karbon dan Oksigen

Siklus ini adalah siklus biogeokimia yang terbesar karena terdapat beberapa hal yang terjadi pada siklus ini, yaitu karbon atau oksigen tinggal dalam tubuh, Respirasi oleh hewan, Sampah/sisa.

Kita tahu bahwa makhluk hidup hewan dan manusia membutuhkan oksigen, ketika kita menghisap oksigen oksigen akan masuk ke paru2, setelah oksigen masuk tubuh akan menyeimbangkan kondisinya dengan mengeluarkan karbondioksida, ketika karbon tersebut dikeluarkan oleh tumbuhan karbon ini dipergunakan untuk melakukan fotosintesis dan hasil dari fotosintesis tersebut oksigen dan energi. Karbon dan Oksigen 45%nya akan digunakan untuk pertumbuhan, kemudian 45%nya lagi untuk respirasi pada hewan dan 10% untuk DOC.

Untuk kebutuhan di air laut, karbon dan oksigen masuk ke air laut secara difusi.

Makhluk hidup baik yang masih hidup atau yang sudah mati itu tersusun oleh materi-materi yang menyusunnya, dalam kehidupan makhluk hidup akan saling membutuhkan satu sama lainnya seperti makhluk hidup yang memanfaatkan materi-materi dari makhluk hidup yang mati maupun yang masih hidup untuk melangsungkan kehidupannya. Makhluk hidup agar supaya tetap melangsungkan kehidupannya terjadi kegiatan makan memakan yang disebut rantai makanan. Apabila salah satu makhluk hidup mati tidak akan mempengaruhi rantai makanan, karena masih ada makhluk hidup yang lainnya.

-SANDRA KANIA-

230210080031

Program Studi Ilmu Kelautan

FPIK UNPAD

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: